Totti Sang Pangeran Roma

Saat ini sulit rasanya melihat seorang pemain yang royal bersama klub yang dibelanya selama beberapa tahun kedepan. Bahkan, terkadang hanya bertahan beberapa bulan saja menetap di satu tim sepakbola. Beragam alasan seseorang pemain meninggalkan klub, diantaranya karena iming-iming gaji besar, mencari tantangan baru hingga alasan keluarga. Memang hal itu tidak ada salahnya, karena keputusan ada ditangan pemain itu sendiri.

Francesco Totti

Francesco Totti Sang Pangeran Roma

Namun apabila kita melihat sejumlah pemain dalam dekade terakhir, tentu kita mengenal salah satu sosok pemain sepakbola profesional yang sangat loyal bersama klub, yakni Francesco Totti. Pria kelahiran 27 September 1976 telah membela tim raksasa Serie A Italia, AS Roma sejak masa belia, tepatnya saat usianya menginjak angka 16 tahun.

Bahkan, Totti masih berkarir bersama tim Serigala Ibukota hingga saat ini. Dimana usianya kini tak lagi muda, yakni sudah berusia 40 tahun. Sehingga, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang atau seringkali diplot sebagai penyerang tunggal dijuluki sebagai Pangeran Roma atau Prince of Roma.

Totti telah menjadi icon Roma yang melegenda. Tak hanya pandai mengolah bola di atas lapangan saja, tetapi juga beberapa ulahnya yang kerapkali menjadi sorotan media-media besar di Italia dan bahkan di Eropa secara keseluruhan.

Ia juga dapat dikatakan sebagai aktor sepakbola. Pasalnya, sejumlah aksi memukau dari Totti, baik aksi dribling hingga diving menjadikan sebuah pertunjukkan sepakbola AS Roma layaknya terlihat seperti penampilan sebuah Opera.

Banyak pemain profesional yang melebihi pencapaian Sang Pangeran Roma. Namun terdapat hal yang membedakan Totti dengan sejumlah pesepakbola lainnya. Ia memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kesebelasan tim Serigala Ibukota. Salah satu skill yang paling menonjol dari sosok Totti adalah passing, keeping bola dan tendangan bebas yang mematikan kiper lawan.

Pria yang telah membela i Giallorossi selama 24 tahun itu juga memiliki rasa kepercayaan diri yang sangat tinggi. Hal itu mampu membangkitkan para rekan-rekannya untuk memaksimalkan penampilan diatas lapangan. Satu bukti rasa percaya diri dari Totti adalah ketika mengeksekusi tendangan penalti. Dimana Ia melakukan perjudian dengan menendang ke arah tengah gawang. Bahkan, kekuatan tendangannya pun sangat kecil alias pelan.

Karir Awal Francesco Totti

Totti lahir dari pasangan Lorenzo dan Fiorella Totti. Ia tumbuh di lingkungan Porta Metronia yang merupakan para pendukung kesebelasan AS Roma atau disebut dengan Romanista. Ia pun mengidolakan mantan kapten tim Serigala Ibukota Giuseppe Gainnini. Ia memulai bermain sepakbola saat usinya 8 tahun bersama klub Fortitudo dan hijrah ke Smit Trastevere dan Lodigiani.

Francesco Totti

Francesco Totti telah membela AS Roma sejak usianya baru 16 tahun dan terus bertahan hingga kini

Totti hampir saja bergabung bersama tim muda AC Milan, ketika Ia datang ke undangan sang pemandu bakat bersama ibunya. Namun, sang ibunda menolak tawaran tersebut agar anaknya dapat bermain di tempat kelahirannya. Hingga akhirnya Ia bergabung bersama tim junior Roma di tahun 1989.

Prince of Roma bergabung bersama tim senior AS Roma dan mencatatkan penampilan perdananya ketika usia 16 tahun, kala timnya berhadapan dengan Brescia. Di usianya ke 19 tahun, Ia dipercaya oleh sang manajer untuk menjabat sebagai kapten tim dan bertahan hingga kini.

Pencapaian Prince of Roma

Sejak bermain untuk tim utama AS Roma, Totti sukses meraih Scudetto di ajang Serie A Italia pada tahun 2001 dan Supercoppa Italiana di tahun yang sama. Sempat puasa gelar selama enam tahun, akhirnya di musim 2007 Ia kembali merengkuh dua trofi sekaligus yaitu Supercoppa Italiana dan Coppa Italia.

Francesco Totti

Francesco Totti sukses meraih sejumlah gelar bersama tim Serigala Ibukota

Trofi terakhir Sang Pangeran Roma direngkuh pada musim 2008 yaitu Coppa Italia dan hingga kini belum kembali meraih satu trofi pun.

Comments are closed.

Situs SepakBola
I love Bola.
Bola Malam Hari Ini, Cara Bermain, Pemain, Peraturan, Kesehatan.