Totti Masih Meragukan Masa Depannya di Roma

Ikon AS Roma yang benama Francesco Totti masih ragu, apakah akan memperpanjang kontrak yang melanjutkan karir sepakbola profesionalnya atau pensiun di akhir musim ini. Yang mana pada akhir musim nanti kontrak pemain berusia 40 tahun itu akan segera berakhir.

James Pallotta selaku Presiden di AS Roma sudah menyiapkan kontrak selama enam tahun kepada Totti untuk menjabat sebagai direktur klub. Totti menjalani sepakbola profesional di Stadio Olimpico sejak tahun 1992. Dan merupakan gol terbanyak kedua di Seri A sepanjang masa, namun dirinya masuh belum memutuskannya mengenai masa depannya.

Pernyataan Totti Mengenai Masa Depannya

francesco totti

francesco totti

“Saya bisa saja menjabat petinggi di klub ini, sebagai dewan Roma direksi yang hanya satu tahun,” ujar Totti kepada media.

“Atau saya akan meneruskan berada di dalam lapangan untuk terus bermain sepakbola.”

“Sempat terpikir untuk menjadi seorang agen dan mencoba untuk mencari bakat lainnya yang mampu meraih gelar juara. Meski saya hanya sedikit pengalaman di dunia sepekabola,” ujarn sang kapten Roma.

Di musim ini, Totti hanya bermain sebanyak 11 kali bersama AS Roma dalam kompetisi Seri A Liga Italia dan dia telah menyumbangkan dua gol bagi klubnya. Meski dirinya sudah tidak lagi menjadi pilihan utama untuk timnya, yang hanya 11 kali tampil di ajang Seri A musim ini.

Meski begitu, pemain yang akan sudah memasuki masa pensiun, terkadang telah membuat kejutan bagi timnya ketika Totti benar-benar dibutuhkan. Yang mana dirinya pernah membuat kejutan di beberapa pertandingan ketika timnya sempat bermain imbang. Atau sedang mengalami kekalahan, namun dia mampu membalikkan keadaan.

Maka dari itu, pelatih Luciano Spalletti jika akan menurunkan Totti hanya di waktu-waktu tertentu saja. Karena pelatih tersebut tahu bahwa sang pemain sudah memiliki banyak pengalaman, maka dia tahu apa yang seharusnya dia lakukan. ketika timnya membutuhnya, yang membuat tim diselamatkan oleh dirinya.

Roma Tumbangkan Sassuolo 3-1, Mohamed Salah Sukses Sumbangkan Gol

Mohamed Salah berposisi sebagai penyerang sayap yang berasal dari Mesir itu, telah membuktikan penampilan gemilangnya saat Roma menumbangkan Sassuolo. Pada pertandingan itu tim asuhan Luciano Spalletti suskes meraih kemenangan dengan skor 3-1 dalam lanjutan kompetisi Liga Italia di pekan ke 29 yang berlangsung di Stadion Olimpico pada hari Senin lalu.

Dengan total tiga gol yang diciptakan oleh tim ibukota Italia, Mohamed Salah mencetak gol saat babak kedua akan berakhir. Dan juga dicetak oleh penyerang Edin Dzeko dan Parades, dimana masing-masing pemain telah memberikan satu gol. Berkat tiga pemain tersebut membuat AS Roma tetap berada di peringkat kedua klasemen.

Meski begitu, Francesco Totti Cs telah mengumpulkan 65 poin dalam 29 pertandingan yang mereka jalani. Yang hanya beda selisih dua angka dari Napoli yang berada di posisi ketida dan masih terus berjuang untuk meraih 8 angka dari pemuncak klasemen Juventus. Sedangkan, kekalhan yang harus diterima Sassuolo turun satu peringkat yang kini di posisi ke 13 dengan torehan 31 poin.

Di pertandingan itu, Absennya Daniele De Rossi di lini tengah. AS Roma yang Sempat tertinggal terlebih dahulu 0-1 dicetak oleh Gregio Defrel yang bekerjasama dengan Domenico Berardi di menit ke 9. Leonandro Daniel Paredes sukses menyamakan kedudukan 1-1 berkat tendangan jarank jauhnya pada menit 16. Di menit akhir babak pertama, Mohamed Salah myumbangkan gol yang berbalik unggul 2-1.

Ketika sang penyerang itu mencetaknya di menit ke 45. Memasuki babak kedua, Edin Dzeko memastikan kemenangan AS Roma berkat menerima umpan yang diberikan oleh Kevin Stoortman dimenit 68. Hingga turun minum, skor pun tidak berubah 3-1 yang dimenangkan oleh tim ibukota tersebut.

Ketentuan Penggunaan Bola Dalam Sepakbola

Sepakbola terdiri dari dua kata yakni sepak yang berarti menendang dan bola yang bermakna sebuah peralatan yang dimainkan. Sehingga, bola sangat penting dalam permainan sepakbola yang saat ini menjadi jenis olahraga paling populer seantero dunia. Berbagai kalangan masyarakat memainkan olahraga tersebut, karena selain menyenangkan, tetapi tentu saja menyehatkan bagi kesehatan tubuh.

Bola

Bola memiliki beberapa ukuran sesuai dengan karakteristik

Namun, ukuran bola dalam sepakbola memiliki beberapa peraturan yang telah diatur oleh FIFA selaku organisasi tertinggi sepakbola di dunia dengan sebutan Laws of The Game. Dalam ketentuan resmi, tertulis bahwa keliling bola tidak diperbolehkan melebihi ukuran 28 inches atau 70 centimeter dan juga tidak boleh kurang dari 69 centimeter atau 27 inches.

Terdapat lima jenis bola yang disesuaikan dengan karakteristiknya. Berikut ini ulasan lengkapnya:

  • Bola Ukuran 1

Bola jenis yang satu ini tidak memiliki ketentuan khusus dan biasanya hanya digunakan dalam laga promosi. Tidak dalam pertandingan resmi baik di level liga domestik maupun di kejuaraan kompetisi internasional.

  • Bola Ukuran 2

Tidak berbeda jauh dengan bola dengan ukuran satu. Bola dengan ukuran dua ini juga hanya dipakai dalam pertandingan yang sifatnya promosi. Tidak terdapat ukuran pasti jenis bola yang kedua ini.

  • Bola Ukuran 3

Bola dengan ukuran tiga ini pada umumnya digunakan bagi para pemain sepakbola yang berusia dibawah umur 8 tahun. Dimana memiliki ketentuan dengan lingkaran bola diantara 58-61 centimeter atau 23-24 inches. Tak hanya itu, bola dengan jenis ketiga ini juga harus berada dalam berat antara 11 hingga 12 oz atau setara sekitar 312-340 gram.

  • Bola Ukuran 4

Sementara bola dengan karakteristik keempat ini memiliki ukuran keliling bola sekitar di angka 25 -26 inches atau sekitar 64-66 sentimeter dan mempunyai berat tak lebih maupun tak kurang dari 340-468 gram (12-13 oz). Ukuran bola ini digunakan untuk pesepakbola berusia 8 hingga 12 tahun.

  • Bola Ukuran 5

Terakhir, bola dengan ukuran lingkaran sebesar tak kurang dari angka 68 dan tak lebih dari 70 centimeter serta memiliki berat sekitar 14 sampai 16 oz atau setara 410 hingga 450 gram. Bola ukuran terbesar ini diperuntukkan bagi seluruh pemain sepakbola yang berusia diatas 12 tahun.

Tekanan dan Warna Bola

Selain ukuran bola, dalam peraturan resmi yang dimuat di FIFA Laws of The Game, terdapat juga ketentuan tekanan dan warna bola. Tentu hal tersebut demi membuat permainan sepakbola dapat dimainkan dengan mudah bagi para pemain.

Bola

Ketentuan penggunaan bola telah diatur oleh FIFA dalam Laws of The Game

  • Tekanan Bola

Bola harus memiliki tekanan udara sebesar 8–12 psi. Hal itu berarti, bahwa apabila bola dijatuhkan ke tanah yang datar, maka pemantulan bola harus kembali keatas sekitar 60 persen, yaitu jika bola dijatuhkan dari ketinggian satu meter, maka bola harus memantul kembali keatas setinggi 60 centimeter.

  • Warna Bola

Ketentuan yang tak kalah penting dalam penggunaan bola yaitu mengenai warna alat itu sendiri. Dimana dalam peraturan, bola tidak diperbolehkan serupa dengan lapangan atau berarti tidak boleh berwarna hijau. Tentu apabila warna bola sama dengan warna lapangan itu sendiri, tentu para pemain akan dibuat kebingungan.

Warna bola harus terang dan diperbolehkan juga memiliki corak. Sementara jika permainan sepakbola ketika salju turun, maka warna bola yang direkomendasikan oleh FIFA yaitu orange ataupun merah cerah.

Kebulatan dan Penyerapan Air Dalam Bola

Ketentuan lainnya dalam penggunaan bola dalam permainan sepakbola adalah mengenai kebulatan bola dan penyerapan air.

Bola

Bola telah memiliki standar dalam permainan sepakbola

  • Kebulatan Bola

Bola yang memiliki bentuk bulat sempurna tentu amat sangat penting. Hal ini supaya bola dapat menggelinding dengan normal di permukaan lapangan dan saat udara memiliki putaran yang stabil.

  • Penyerapan Air

Apabila bola mampu menyerap air dalam jumlah yang besar, maka tidak akan mudah digiring dan terasa berat serta menyulitkan para pemain. Adapun standar serapan air dalam bola yakni maksimum 15 persen.

Basic Dasar Bermain Sepak Bola

Sepakbola merupakan jenis cabang olahraga yang saat ini sangat populer seantero dunia. Banyak masyarakat luas yang bermain olahraga tersebut untuk menghabiskan waktu, sekaligus menyehatkan kondisi tubuh.

Sepakbola

Sepakbola memiliki berbagai teknik dasar dalam memainkannya

Namun, dalam bermain sepakbola dibutuhkan kemampuan, kecepatan dan tentu saja strategi serta tentu harus menguasai beberapa teknik dasar dalam memainkan olahraga itu. Dengan demikian kemenangan akan dapat diraih. Adapun sejumlah basic dasar dalam bermain sepakbola, yakni diantaranya:

  • Menggiring Bola

Teknik penting dalam dunia sepakbola adalah menguasai basic menggiring bola atau dribbling. Teknik ini terbagi menjadi dua yaitu speed dribbling dan closed dribbling.

Closed dribbling adalah teknik mengontrol penuh atas penguasaan bola. Hal tersebut dilakukan ketika bola benar-benar tidak aman dari pemain lawan. Pada basic tersebut, bola tak boleh berjarak kira-kira satu meter dari jangkauan kaku kita.

Sementara yang dimaksud dengan spedd dribbling adalah hanya fokus untuk mengiring bola dengan kecepatan penuh. Hal itu dapat dilakukan dengan mengiring bola pendek ataupun terlebih dahulu menendang bola ke arah depan, lalu dikejar untuk kembali menguasai bola. Tentu dengan catatan bahwa tidak ada pemain lawan yang berada di depan kita atau bebas dari tekanan.

  • Menendang

Selanjutnya, dalam bermain sepakbola tak hanya persoalan mampu menggiring bola dengan baik saja, tetapi juga harus dapat menendang bola ke arah yang ingin dituju dengan sangat tepat.

Tujuan dalam permainan sepakbola adalah untuk mencetak gol ke gawang lawan dan berusaha untuk mempertahankan lini pertahanan. Sehingga, teknik menendang bola harus dikuasai dengan baik, agar mampu melesakkan bola ke gawang lawan dan membantu tim meraih kemenangan.

  • Mengumpan dan Mengontrol

Apabila telah menguasai dengan baik teknik menendang bola, maka basic berikutnya adalah mengumpan dan mengontrol bola. Teknik tersebut sama-sama penting. Kita harus dapat memberikan bola ke arah yang ingin dituju dengan cara mengumpan yang baik. Begitu pula apabila kita menerima umpan dari kawan kita, maka kita harus mampu mengontrol bola dengan sangat benar.

  • Menyundul Bola

Basic yang satu ini adalah mengumpan, mencetak gol apabila bola berada di udara dan dapat juga untuk mematahkan serangan lawan dengan kepala, lebih tepatnya di bagian dahi. Teknik heading ini juga harus dikuasai dengan baik, karena sebagai pemain sepakbola profesional, harus mampu menyundul bola dengan benar.

  • Merebut Bola

Hal yang satu ini tak kalah pentingnya dalam permainan sepakbola. Dimana setiap pemain harus menguasai teknik merebut bola atau intercept dengan sempurna. Bertujuan untuk menghentikan permainan lawan dan menghindarkan serangan mematikan yang dapat membuat gawang kita kebobolan.

Cristiano Ronaldo Pemain Terbaik 2016

Tentu setelah menguasai berbagai teknik dasar dalam bermain sepakbola, maka langkah selanjutnya adalah terus berlatih dan mengasah kemampuan. Dengan begitu, maka kita akan menjadi pemain terbaik dalam urusan sepakbola. Seperti Cristiano Ronaldo yang pada tahun 2016 menjadi pemain terbaik versi FIFA.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo sukses meraih gelar sebagai pemain terbaik sebanyak empat kali

Pemain yang kini membela Real Madrid tersebut mampu mengantarkan timnya merengkuh berbagai gelar juara di sejumlah kejuaraan sepakbola. Diantaranya yaitu trofi Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, Super Eropa. Bahkan tak hanya sukses di level klub saja, tetapi juga di level internasional bersama timnas Portugal dengan menjadi juara 2016.

Lionel Messi Buktikan Postur Mungil Bukan Halangan

Untuk menjadi pemain sepakbola profesional tak harus memiliki postur badan yang tinggi seperti Cristiano Ronaldo, tetapi apabila memiliki postur kecil bukanlah menjadi halangan yang berarti, seperti Lionel Messi.

Lionel Messi

Lionel Messi merupakan bukti pemain terbaik tak harus memiliki postur yang tinggi

Megabintang Barcelona itu sukses menjadi pemain terbaik sebanyak lima kali dalam dekade terakhir. Pemain berkebangsaan Argentina itu merengkuh sejumlah trofi di level klub. Namun sayang, karirnya tak secemerlang bersama timnas Tango.

Totti Sang Pangeran Roma

Saat ini sulit rasanya melihat seorang pemain yang royal bersama klub yang dibelanya selama beberapa tahun kedepan. Bahkan, terkadang hanya bertahan beberapa bulan saja menetap di satu tim sepakbola. Beragam alasan seseorang pemain meninggalkan klub, diantaranya karena iming-iming gaji besar, mencari tantangan baru hingga alasan keluarga. Memang hal itu tidak ada salahnya, karena keputusan ada ditangan pemain itu sendiri.

Francesco Totti

Francesco Totti Sang Pangeran Roma

Namun apabila kita melihat sejumlah pemain dalam dekade terakhir, tentu kita mengenal salah satu sosok pemain sepakbola profesional yang sangat loyal bersama klub, yakni Francesco Totti. Pria kelahiran 27 September 1976 telah membela tim raksasa Serie A Italia, AS Roma sejak masa belia, tepatnya saat usianya menginjak angka 16 tahun.

Bahkan, Totti masih berkarir bersama tim Serigala Ibukota hingga saat ini. Dimana usianya kini tak lagi muda, yakni sudah berusia 40 tahun. Sehingga, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang atau seringkali diplot sebagai penyerang tunggal dijuluki sebagai Pangeran Roma atau Prince of Roma.

Totti telah menjadi icon Roma yang melegenda. Tak hanya pandai mengolah bola di atas lapangan saja, tetapi juga beberapa ulahnya yang kerapkali menjadi sorotan media-media besar di Italia dan bahkan di Eropa secara keseluruhan.

Ia juga dapat dikatakan sebagai aktor sepakbola. Pasalnya, sejumlah aksi memukau dari Totti, baik aksi dribling hingga diving menjadikan sebuah pertunjukkan sepakbola AS Roma layaknya terlihat seperti penampilan sebuah Opera.

Banyak pemain profesional yang melebihi pencapaian Sang Pangeran Roma. Namun terdapat hal yang membedakan Totti dengan sejumlah pesepakbola lainnya. Ia memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kesebelasan tim Serigala Ibukota. Salah satu skill yang paling menonjol dari sosok Totti adalah passing, keeping bola dan tendangan bebas yang mematikan kiper lawan.

Pria yang telah membela i Giallorossi selama 24 tahun itu juga memiliki rasa kepercayaan diri yang sangat tinggi. Hal itu mampu membangkitkan para rekan-rekannya untuk memaksimalkan penampilan diatas lapangan. Satu bukti rasa percaya diri dari Totti adalah ketika mengeksekusi tendangan penalti. Dimana Ia melakukan perjudian dengan menendang ke arah tengah gawang. Bahkan, kekuatan tendangannya pun sangat kecil alias pelan.

Karir Awal Francesco Totti

Totti lahir dari pasangan Lorenzo dan Fiorella Totti. Ia tumbuh di lingkungan Porta Metronia yang merupakan para pendukung kesebelasan AS Roma atau disebut dengan Romanista. Ia pun mengidolakan mantan kapten tim Serigala Ibukota Giuseppe Gainnini. Ia memulai bermain sepakbola saat usinya 8 tahun bersama klub Fortitudo dan hijrah ke Smit Trastevere dan Lodigiani.

Francesco Totti

Francesco Totti telah membela AS Roma sejak usianya baru 16 tahun dan terus bertahan hingga kini

Totti hampir saja bergabung bersama tim muda AC Milan, ketika Ia datang ke undangan sang pemandu bakat bersama ibunya. Namun, sang ibunda menolak tawaran tersebut agar anaknya dapat bermain di tempat kelahirannya. Hingga akhirnya Ia bergabung bersama tim junior Roma di tahun 1989.

Prince of Roma bergabung bersama tim senior AS Roma dan mencatatkan penampilan perdananya ketika usia 16 tahun, kala timnya berhadapan dengan Brescia. Di usianya ke 19 tahun, Ia dipercaya oleh sang manajer untuk menjabat sebagai kapten tim dan bertahan hingga kini.

Pencapaian Prince of Roma

Sejak bermain untuk tim utama AS Roma, Totti sukses meraih Scudetto di ajang Serie A Italia pada tahun 2001 dan Supercoppa Italiana di tahun yang sama. Sempat puasa gelar selama enam tahun, akhirnya di musim 2007 Ia kembali merengkuh dua trofi sekaligus yaitu Supercoppa Italiana dan Coppa Italia.

Francesco Totti

Francesco Totti sukses meraih sejumlah gelar bersama tim Serigala Ibukota

Trofi terakhir Sang Pangeran Roma direngkuh pada musim 2008 yaitu Coppa Italia dan hingga kini belum kembali meraih satu trofi pun.

Mengenal Standar Pertolongan Pertama dalam Sepakbola

Kita mungkin masih mengingat satu kejadian yang menyedihkan sekaligus menjadi duka dunia sepakbola Tanah Air pada tahun 2014 lalu, dimana seorang pesepakbola profesional bernama Akli Fairuz harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah terjadi benturan dengan Agus Rochman yang merupakan seorang kiper klub kesebelasan PSAP Sigli dalam laga di kancah Divisi Utama Liga Indonesia.

Tim medis

Standar keselamatan para pemain sepakbola

Pemain Persiraja Banda Aceh itu sempat dibawa ke rumah sakit demi mendapatkan perawatan tim medis. Namun, setelah menjalani perawatan selama enam hari, Ia dinyatakan meninggal dunia oleh pihak dokter.

Akli yang waktu itu masih berusia 27 tahun tersebut merupakan salah satu peristiwa pemain sepakbola yang mengakhiri hidupnya diatas lapangan hijau dalam sedekade terakhir. Nama-nama lain yang terlebih dahulu menghembuskan nafas terakhirnya di dunia sepakbola yaitu diantaranya Sekou Camara (PBR), Jumadi Abdi (PKT Bontang) dan Eri Irianto (Persebaya Surabaya).

Sehingga, dalam olahraga yang saat ini begitu populer seanatero dunia harus memiliki standar pertolongan pertama. Demi meminimalisir kejadian yang mengenaskan di atas lapangan.

Ketentuan Ideal Pertolongan

Sepakbola memang merupakan salah satu jenis olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik, bahkan kinerja kondisi tubuh secara tak langsung dipaksa melebihi dari kemampuan tubuh itu sendiri. Dalam permainan sepakbola yang terdiri dari dua tim yang masing-masing kesebelasan mengincar kemenangan, tak heran bahwa benturan baik ringan hingga berat antar pemain sering terjadi.

Tim Medis

Pertolongan pertama pada pemain yang mengalami kecelakaan diatas lapangan

Terlebih lagi dengan beberapa alat pengaman yang hanya boleh dikenakan oleh para pemain tidak dapat menjamin seratus persen keselamatan pemain. Sejumlah alat-alat itu hanya memberikan sedikit perlindungan di bagian tubuh pemain yang dinilai paling rawan terkena cedera. Sebut saja salah satunya Shin Guard yang melindungi tulang kering pemain sepakbola.

Sehingga, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan terjadi diatas lapangan, FIFA selaku induk tertinggi sepakbola di dunia membuat sebuah peraturan dalam standar medis yang harus disediakan dalam setiap pertandingan.

Standar medis di dunia sepakbola yang pertama adalah tenaga kesehatan, baik yang disediakan oleh penyelenggara pertandingan maupun dari masing-masing tim yang akan bermain. Pada umumnya, bahwa setiap tim sepakbola diwajibkan untuk memiliki tim medis yang terdiri dari seorang fisioterapis dan dokter dengan standar yang telah ditentukan oleh FIFA.

Penting untuk diketahui, bahwa tim medis dari klub maupun dari penyelenggara pertandingan yang harus menangani seorang pemain diatas lapangan apabila terjadi kecelakaan. Semestinya juga tidak diperbolehkan ada tim medis dari pihak ketiga. Lantaran, ditakutkan justru akan membahayakan.

Kedua, FIFA telah mewajibkan untuk menyediakan peralatan tim medis di setiap pertandingan. Asosiasi sepakbola tertinggi tersebut menginstruksikan bahwa tim dokter harus membawa sejumlah peralatan di dalam satu tas yang disebut FMEB (FIFA Medical Emergency Bag). Adapun isi dari tas itu diantaranya blood pressure monitor, alat infus, ventilation bag dan alat kesehatan lainnya.

Ketiga, didalam stadion sepakbola, offisial pertandingan harus menyediakan ruangan tersendiri untuk menangani pemain yang harus mendapatkan perawatan dan juga ambulans, apabila terjadi masalah yang lebih serius untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Ketentuan yang Kerapkali Terbaikan

Pencegahan lainnya yang diatur oleh FIFA untuk menghindari hal-hal yang membahayakan para pemain sepakbola juga telah diatur dalam Law Of The Game. Dalam buku tersebut dibuat untuk mengatur jalannya permainan sepakbola dan beberapa ketentuan-ketentuan penting lainnya untuk keselamatan pemain.

Wasit

Wasit terkadang tidak memberikan ketegasan bagi pemain yang melakukan pelanggaran

Salah satunya ketika pada beberapa tahun lalu, banyak para pemain sepakbola yang harus mengalami cedera parah lantaran terkena sliding tackle dari lawan. Sehingga, FIFA memperketat ketentuan mengenai sliding tackle. Wasit yang bertugas untuk mengatur permainan diharuskan memberikan ketegasan bagi para pemain yang melakukan pelanggaran keras.

Namun sayangnya ketegasan dari penyelenggara kompetisi sepakbola di Indonesia masih belum nampak. Bahkan, wasit terlihat tidak tegas dalam memberikan peringatan kepada pemain yang dengan agresif melakukan pelanggaran. Sehingga, hal-hal ini yang masih kerapkali terbaikan.

Penggunaan Atribut Pemain Dalam Sepak Bola

Semua jenis olahraga tentunya memiliki peraturan masing-masing yang telah diatur dalam asosiasi lembaga. Tak terkecuali dengan sepakbola yang juga memiliki berbagai aturan yang harus ditaati oleh para pemain sepakbola. Dimana seluruh peraturan tersebut telah dikeluarkan oleh FIFA selaku induk tertinggi sepakbola dunia dalam bentuk buku Laws of The Game.

Sepakbola

Permainan sepakbola memiliki aturan dalam penggunaan atribut

Terdapat 17 peraturan yang telah resmi disahkan dan harus dipatuhi oleh seluruh lembaga sepakbola di berbagai benua. Salah satunya mengenai aturan atribut para pemain sepakbola. Dimana para setiap pesepakbola menggunakan aksesoris dalam memainkan jenis olahraga ini. Berikut beberapa atribut yang sudah diatur oleh FIFA:

  • Jersey

Atribut pertama yang harus dikenakan oleh para pemain sepakbola adalah jersey. Dimana merupakan sebuah pakaian yang terbuat dari bahan sintetik yang berguna untuk menyerap keringat pesepakbola. Hal itulah yang membedakan antara kaos biasa dengan jersey.

Setiap tim juga diharuskan untuk memiliki beberapa jersey yang melambangkan identitas masing-masing klub dalam satu musim. Pada umumnya, satu tim kesebelasan mempunyai tiga jersey yang berbeda warna ataupun corak. Dengan demikian, apabila bertemu dengan lawan yang memiliki warna jersey utama sama, maka tim yang bertindak sebagai tamu akan mengenakan jersey dengan warna lain.

  • Kaos Kaki

Selanjutnya para pesepakbola diwajibkan untuk menggunakan kaos kaki yang memiliki corak dan warna yang sama dengan rekan setim. Atribut ini selain berfungsi untuk meminimalisir risiko cidera, tetapi juga sebagai tempat pelindung tulang kering atau shinguards.

  • Sarung Tangan

Pemain yang diperbolehkan untuk menggunakan atribut berupa sarung tangan adalah seorang penjaga gawang. Namun terdapat pengecualian apabila pertandingan dilakukan ketika musim dingin atau dalam suhu yang bersalju.

Seiring waktu berjalan, sarung tangan terus mengalami perkembangan untuk memudahkan sekaligus melindungi tangan para pemain dari hantaman bola yang cukup keras.

  • Pelindung Kepala

Aksesoris yang satu ini diperbolehkan untuk seorang pemain yang mengalami cedera di bagian kepala. Seperti halnya yang dikenakan oleh penjaga gawang Arsenal, Petr Cech, atau beberapa pemain yang sedang mendapatkan perawatan di bagian kepala.

  • Atribut Yang Tak Diperbolehkan

Suatu permainan sepakbola, selain menggunakan beberapa atribut sebagai penunjang, tetapi terdapat juga sejumlah aksesoris yang tak diperbolehkan untuk dikenakan, diantaranya yakni gelang, anting dan kalung.

Filosofi Jersey Para Pemain Arsenal

Klub raksasa asal kota London, Arsenal memiliki filosofi yang cukup menarik dalam penggunaan jersey ketika bermain di berbagai ajang kompetisi, baik di Liga Primer Inggris, maupun di kancah Eropa semisal Liga Champions.

Arsenal

Arsenal memiliki tradisi jersey, dimana seluruh pemain menggunakan ukuran lengan jersey yang sama

Pasalnya, klub yang memiliki julukan The Gunners tersebut memiliki tradisi yang unik yakni, sebelum laga dimulai, sang kapten tim memiliki kewajiban untuk menentukan ukuran lengan jersey, apakah lengan pendek ataukah lengan panjang, yang akan dikenakan oleh seluruh pemain.

Kisah Flamini Memotong Lengan Jersey

Tradisi tersebut terus dilakukan hingga kini oleh klub yang bermarkas di Emirates Stadium tersebut. Namun terdapat salah satu kisah seorang pemain Arsenal yaitu Mathieu Flamini yang dengan sengaja memotong jersey yang dikenakannya.

Mathieu Flamini

Kisah Mathieu Flamini yang memotong jersey lengannya kala Arsenal kontra Manchester United pada musim lalu

Kisah itu terjadi ketika Meriam London melakoni laga tandang ke Old Trafford melawan Manchester United pada bulan November 2015 lalu. Dimana, diujung lengan jersey pemain yang kini membela Crystal Palace tersebut terlihat tidak rapi dan kelihatan jelas seperti bekas digunting.

Ternyata, berdasarkan penelusuran media setempat, bahwa gelandang asal Prancis itu memang sengaja mengunting jersey lengan panjangnya pada laga yang berakhir skor 1-0 untuk keunggulan The Reds Devil. Sehingga, Flamini terlibat pembicaraan yang panas dengan manajer kit Arsenal, Vic Akers.

Tips Menjadi Penyerang Mematikan

Permainan sepakbola saat ini menjadi cabang olahraga yang paling digemari oleh masyarakat dunia dan paling populer seantero belahan bumi. Karena olahraga ini sangatlah mudah dimainkan dan sangat menyenangkan tentunya. Sepakbola sendiri dimainkan oleh sebelas pemain yang memiliki peran masing-masing, mulai dari penjaga gawang, bek, gelandang hingga seorang penyerang.

Striker

Striker memiliki skill dalam finishing touch, dribiling, speed maupun heading

Pemain yang memiliki peran penting demi meraih kemenangan adalah posisi striker. Bagaimana tidak, posisi tersebut bertugas untuk menyarangkan bola ke gawang lawan dengan jumlah yang tak terbatas atau sebanyak-banyaknya. Sehingga dibutuhkan keahlian khusus untuk menjadi seorang penyerang.

Nah, bagi kalian yang memiliki jiwa striker atau yang ingin mencetak gol dan menjadi pahlawan kemenangan. Kalian dapat menyimak beberapa tips yang dapat membantu kalian menjadi seorang penyerang mematikan.

  • Kecepatan dan Dribiling

Menjadi seorang penyerang tentunya harus memiliki kecepatan yang baik, meskipun terdapat beberapa striker yang tidak memiliki speed yang hebat. Namun, pada umumnya seorang penyerang yang tak memiliki kecepatan dalam berlari, memiliki kelebihan dalam urusan headingnya. Dengan memiliki speed yang mumpumi, maka dapat melabui bek lawan dengan mengandalkan kecepatan.

Memiliki kecepatan saja tak cukup, seorang striker juga harus menguasai teknik mengiring bola yang juga sama baiknya. Karena jika tidak dibarengi dengan dribling yang baik, maka sama saja bohong dengan kecepatan yang kita miliki. Sehingga, baik speed dan juga dribling harus sama baiknya untuk menjadi seorang penyerang yang mematikan.

  • Penyelesaian Akhir dan Posisi

Hal ini sangatlah penting untuk seorang striker setelah memiliki kecepatan dan menguasai dribling. Tanpa mampu menyelesaikan akhir yakni mencetak gol, maka tidak dapat dikatakan pemain depan. Karena tugas utama seorang penyerang adalah melesakkan bola ke gawang lawan.

Tak kalah pentingnya dengan memiliki kemampuan dalam finishing touch, seorang striker juga harus memiliki insting dan penempatan posisi yang baik. Pemain depan dituntut untuk selalu mencari tempat yang kosong di lini pertahanan lawan. Dengan begitu, seorang gelandang mampu memberikan bola ke seorang striker untuk menuntaskannya menjadi gol.

  • Heading

Terakhir, seorang striker pada biasanya memenangkan duel udara dan mampu menyundul bola dengan baik ke arah gawang lawan. Pada umumnya juga penyerang memiliki postur badan yang baik.

Edinson Cavani Seorang Striker Berbahaya

Salah satu contoh seorang penyerang yang baik dan memiliki tiga skill diatas dengan hebat yaitu Edinson Cavani. Penyerang yang kini bermain di Paris Saint-Germain telah mencatatkan 20 gol dan saat ini memuncaki daftar topskor sementara Ligue 1.

Edinson Cavani

Edinson Cavani salah satu striker paling subur saat ini

Pemain berkebangsaan Uruguay itu sukses sukses memanfaatkan bola yang disuplai oleh para gelandang kreatif seperti diantaranya Marco Verratti, Motta, Rabiot ke area pertahanan lawan untuk dijadikannya sebagai gol. Cavani mampu mencetak gol ke gawang lawan melalui tendangan maupun sundulan.

Sebelum berseragam bersama PSG, Cavani juga sukses menjadi striker mematikan saat dirinya bermain untuk Napoli di Serie A. Terbukti, Ia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak selama satu musim.

Chicharito Seorang Penyerang Berbadan Mungil

Namun, pemain yang memiliki postur badan yang kecil atau yang berbeda dengan fisik para penyerang pada umumnya, juga dapat menjadi seorang striker. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Javier Hernández Balcázar atau yang memiliki nama di punggungnya dengan Chicharito.

Chicharito

Chicharito contoh striker yang memiliki badan mungil

Pemain asal Meksiko tersebut sudah melesakkan lima gol dalam 16 laga yang telah Ia lakoni saat ini bersama Bayern Leverkusen di Bundesliga Jerman. Dirinya juga sempat subur bersama Real Madrid di La Liga Spanyol dan Manchester United di Liga Primer Inggris. Kunci sukses Chicharito dalam mencetak gol adalah dengan mengandalkan kecepatan yang Ia miliki dan finishing yang baik.

Profil: King Thierry Henry

Selama dua dekade silam, semua para penikmat sepakbola pastinya mengenal sosok pemain bernama Henry. Pesepakbola dengan nama lengkap Thierry Daniel Henry memulai karir dalam dunia sepakbola pada tahun 1994 bersama AS Monaco. Di saat itulah, Ia pertama kalinya bertemu dengan sosok guru bernama Arsene Wenger, yang memang menjabat sebagai pelatih klub raksasa asal Prancis tersebut.

Thierry Henry AS Monaco

Thierry Henry memulai karir profesionalnya bersama AS Monaco

Wenger lantas mempercayaikan sang pemain untuk melakukan debutnya pada akhir bulan Agustus 1994. Namun ironisnya, tepat kurang dari satu bulan sang manajer harus dipecat oleh pihak klub. Sejak itulah, Henry terus mengasah kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar.

Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan sukses mengantarkan Monaco untuk meraih gelar juara Ligue 1 dan Trophée des Champions. Dirinya pun dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Prancis selama dua musim beruntun, yakni di tahun 1996 dan 1997.

Penampilan yang luar biasa membuat kubu Juventus tertarik untuk mendatangkan sang pemain. Akhirnya, Henry pindah dan berseragam Bianconeri. Namun tetapi, karirnya tak berjalan mulus dan hanya bertahan enam bulan saja, dikarenakan Ia sulit untuk beradaptasi dengan dunia sepakbola Italia.

Henry Bersama Arsenal

Kemudian takdir kembali mempertemukan Henry dengan Wenger pada musim panas tahun 1999 di Arsenal. Sejak saat itu, pemain kelahiran 17 Agustus 1977 bertransformasi dari posisi awalnya sebagai winger menjadi penyerang tengah yang sangat mematikan bersama klub Meriam London. Ia berbagi peran sebagai striker di lini depan bersama Dennis Bergkamp dan menciptakan duet yang sangat menakutkan di era itu.

Thierry Henry Arsenal

Thierry Henry menjadi bagian Invicibles Arsenal di musim 2003/2004

Bergkamp yang memiliki kecerdasan dikombinasikan dengan Henry yang memiliki efektivitas dan kecepatan di dalam area pertahanan lawan. Karena alasan itulah, The Gunners mampu bersaing dengan klub Manchester United di era pergantian milenium.

Hasilnya, dua gelar Liga Primer Inggris mampu Ia persembahkan, termasuk catatan rekor satu musim tak terkalahkan atau yang dikenal dengan Invincible pada musim 2003/2004. Secara total, pemain yang mengenakan nomor punggung 14 tersebut sukses mencatakan 175 gol dan 74 assist di kancah EPL selama membela Arsenal.

Sejatinya, Henry mampu mengantarkan The Gunners mengangkat titel Liga Champions pada musim 2006, andai saja tidak menelan kekalahan tipis dari wakil Spanyol Barcelona. Hal tersebut menjadi kado perpisahan bagi Henry dengan klub yang kala itu bermarkas di Highbury Stadium.

Hijrah dan Berseragam Barcelona

Setahun berselang, pemain berpaspor Prancis tersebut memutuskan untuk hijrah ke daratan Spanyol dan membela salah satu tim raksasa yakni Barcelona. Akan tetapi, karirnya di Camp Nou tak berjalan mulus. Ia kembali kesulitan dengan filosofi klub seiring dengan munculnya sang superstar Lionel Messi, perlahan Henry terlupakan.

Thierry Henry Barcelona

Thierry Henry sukses meraih gelar Liga Champions bersama Barcelona

Walaupun begitu, Henry tetap subur bersama Blaugrana. Terbukti, Ia sukses mencetak gol sebanyak 49 gol di semua ajang kompetisi. Gelar pertamanya hadir pada musim 2008/09, kala berhasil mengalahkan Athletic Bilbao pada partai puncak Copa del Rey.

Setelah itu, pemain yang kembali mengenakan nomor punggung 14 tersebut di tahun yang sama mampu mengantarkan Barca merengkuh gelar juara La Liga dan Liga Champions. Tak berhenti di tiga titel itu saja, tetapi juga mampu meraih gelar Supercopa de Espana, Piala Super UEFA dan terakhir FIFA Club World Cup.

New York Red Bulls

Thierry Henry New York Red Bulls

Thierry Henry hijrah ke daratan Amerika dan membela New York Red Bulls

Kembali dari perhelatan Piala Dunia 2010, pihak Barca memutuskan untuk menjual sang pemain. Henry memutuskan untuk hijrah dari daratan Eropa dan menyebrang jauh ke Amerika. Ia bergabung bersama New York Red Bulls dan bermain di kancah Major League Soccer (MLS). Hingga pada akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2014.

Tes Medis Pemain Sepakbola

Kepindahan pemain dari satu klub ke tim lainnya dalam dunia sepakbola merupakan hal yang yang wajar. Karena memang di dunia sepakbola, kita mengenal adanya bursa transfer. Di Eropa, bursa transfer terjadi dua kali dalam semusim, yakni ketika musim panas dan musim dingin datang.

tes medis pemain

Pemain anyar harus melewati tes medis sebelum diresmikan oleh pihak klub

Dalam proses bursa transfer, pemain harus melewati beberapa tahapan sebelum ditanyakan resmi bergabung ke klub yang dituju. Salah satunya yang sangat penting adalah proses tes medis. Hal tersebut dilakukan agar pemain tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk bermain sepakbola. Adapun sejumlah tahapan yang harus dilakukan saat pemain melakukan tes medis, yakni:

  • Kesehatan Tubuh & Jantung

Tahapan pertama pemain dalam melakukan tes medis adalah mengecek kesehatan jantung. Pemeriksaan kesehatan organ vital tersebut menggunakan monitor gema, ECG dan juga melihat riwayat kesehatan melalui kuesioner. Tak hanya jantung saja, tetapi juga pemeriksaan darah. Selanjutnya jika diperlukan, urine juga diperiksa untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang bersangkutan dengan penyakit diabetes.

  • Stabilitas Otot dan Tulang

Apabila tahapan pertama selesai, pemain akan dilanjutkan ke tahapan selanjutnya yakni memeriksa bagian-bagian khusus otot dan tulang yang kerapkali mengalami cedera seperti di area bawah pinggang maupun pinggul. Dimana di area tersebut merupakan tempat awal dari cedera hamstring ataupun persoalan mengenai adduktor. Nantinya pemain akan diminta untuk melakukan sejumlah gerakan seperti melompat dan squat untuk melihat tingkat dan fungsi kepadatan otot.

  • Persoalan Isokinetik

Tahap ini, fisioterapis akan meminta sang pemain untuk melakukan sejumlah gerakan tertentu yang berguna untuk melihat kelemahan mengenai beberapa kemungkinan cedera. Hal tersebut juga dilakukan ketika pemain selesai mendapatkan perawatan cedera.

  • Pemindaian Yang Lebih Mendalam

Apabila ditemukan beberapa riwayat kesehatan yang terasa mengganjal ketika pemeriksaan di tahap-tahap sebelumnya. Maka sang pemain akan dilarikan ke rumah sakit guna menjalani USG atau pemindaian resonasi magnetik. Hal tersebut bertujuan untuk melihat seberapa parah riwayat kesehatan sang pemain.

  • Lemak Tubuh

Ternyata, nilai lemak dalam tubuh sang pemain juga diperhitungkan menggunakan teknologi Bioelectrical Impedance. Adapun nilai normal lemak tubuh seorang pemain sepakbola profesional yakni sebesar 10 persen. Sejumlah tim juga mempergunakan tahapan ini.

  • Ergometric Sprint Test

Terakhir, sang pemain akan diminta untuk berlari dengan kecepatan sekencang-kencang dalam jarak tertentu. Kecepatan lari pemain tersebut nantinya akan dihitung. Contohnya pemain yang bermain di Championship Division, dimana mereka harus berlari dengan jarak 20 meter dan harus ditempuh selama tiga detik.

Tes Medis Tergantung Dengan Kebijakan Masing-Masing Klub

Pada umumnya, enam tahapan diatas dilalui oleh seseorang pemain yang ingin bergabung bersama tim baru. Namun enam tes tersebut tidaklah baku. Setiap klub memiliki kebijakan masing-masing dalam melakukan tes medis seorang pemain.

David Fevre

David Fevre mengatakan bahwa setiap klub memiliki kebijakan dalam melakukan tes medis para pemain

David Fevre selaku Head of Sports Medicine di klub Blackburn Rovers mengatakan bahwa tes medis di setiap klub itu berbeda, tergantung pada pelatih dan tentu saja kebijakannya. “Setiap pemain berbeda, sehingga berbeda pula dalam proses tes medis. Tergantung dengan faktor usia, riwayat, dan lain sebagainya,” ungkap Feyre.

George Boyd Gagal Tes Medis

George Boyd

George Boyd pernah dinyatakan tidak lolos tes medis karena masalah penglihatan

Salah satu contoh pemain yang gagal dalam tahapan tes medis yakni George Boyd. Pemain berkebangsaan Inggris tersebut kala itu ditransfer dari Peterborough United ke Nottingham Forest. Namun, pesepakbola yang kini bermain untuk Burnley itu dinyatakan tidak lolos tes medis dikarenakan masalah penglihatan. Padahal, Boyd pernah mencetak gol.

Ketentuan Ukuran Lapangan Sepak Bola

Seluruh cabang olahraga tentunya memiliki peraturannya masing-masing. Tak terkecuali dengan cabang olahraga yang saat ini menjadi paling populer seantero dunia, yaitu sepakbola. Pada umumnya, semua pemain telah mengetahui beberapa aturan dalam permainan.

FIFA

FIFA merilis ukuran standar lapangan sepakbola

Peraturan sepakbola terus mengalami perubahan di setiap tahunnya. Tentu revisi tersebut untuk meningkatkan kualitas permainan itu sendiri. IFAB (International Football Association Board) merupakan induk yang secara resmi mengatur permainan dalam dunia sepakbola.

Adapun anggota dari lembaga tersebut yakni empat perwakilan dari FIFA (Fédération Internationale de Football Association), satu dari Asosiasi Sepak Bola Irlandia, Asosiasi Sepak Bola Skotlandia dan Asosiasi Sepak Bola Wales serta satu wakil dari The Football Association. Sejumlah peraturan itu dibukukan kedalam suatu pedoman yang diberi nama Laws of the Game.

Terakhir, IFAB melakukan revisi peraturan sepakbola pada tahun kemarin dan terdapat 17 peraturan baru. Peraturan anyar tersebut resmi mulai diberlakukan pada tanggal 1 Juni 2006 lalu. Salah satunya yakni mengenai ketentuan ukuran lapangan sepak bola.

Sesuai dengan peraturan yang tercantum pada The Laws of the Game yang dapat kita akses melalui situs resmi FIFA. Ukuran lapangan sepak bola sedikit mengalami perubahan. Berikut standar lapangan yang harus dipenuhi untuk bermain sepakbola:

  • Panjang lapangan minimal berukuran 100 yards atau 90 meter dan maksimal tidak melebihi 130 yards atau setara 120 meter. Sedangkan untuk lapangan bertaraf internasional, minimal 100 meter dan tak diperbolehkan melebihi 110 meter.
  • Lebar lapangan sendiri memiliki ukuran minimal sebesar 45 meter atau 50 yards dan memiliki angka maksimal sebesar 90 meter (dua kali lipat), setara 100 yards. Skala internasional, lebar minimal 64 meter dan maksimal 75 meter.

Ukuran tersebut sudah ditentukan berdasarkan jumlah pemain sepak bola yakni sebanyak 11 pemain dari masing-masing klub. Sehingga, satu lapangan sepak bola akan terisi oleh 22 pesepakboa.

Real Madrid Sempat Ubah Ukuran Lapangan Santiago Bernabeu

Dalam ukuran lapangan sepakbola, FIFA hanya memberikan ukuran minimal dan maksimal saja. Sehingga, sejumlah tim diperbolehkan untuk mengubah lapangan di setiap markasnya masing-masing. Salah satu klub yang pernah mengubah ukuran lapangan ialah Real Madrid.

Real Madrid

Real Madrid mengambil keputusan untuk memperlebar ukuran lapangan mereka ketika melawan Wolfsburg pada partai leg kedua babak perempat final Liga Champions

Los Blancos kala itu mengambil keputusan untuk memperlebar ukuran lapangan di Estadio Santiago Bernabeu dalam laga melawan Wolfsburg pada partai leg kedua babak perempat final. Keputusan tersebut diambil lantaran El Real pada leg pertama harus takluk 2-0 kala bertandang ke markas Die Wölfe demi meraih kemenangan dengan minimal 3-0 untuk melangkah ke babak semifinal.

Alhasil, keputusan pihak klub untuk memperlebar lapangan yang tak terlepas juga dari taktik sang manajer, Zinedine Zidane mampu membuahkan hasil yang meyakinkan. Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo sukses mencetak hattrick dan meloloskan timnya ke babak selanjutnya. Hingga pada akhirnya, tim asuhan Zidane mampu keluar sebagai juara.

Malmö FF Juga Sempat Merubah Ukuran Lapangan

Tak hanya Real Madrid saja yang melakukan perubahan dalam ukuran lapangan sepakbola, tetapi juga Malmö FF. Bedanya, klub yang berbasis di Stadion Swedbank, Swedia tersebut justru memperkecil dimensi lapangan.

Malmo FF

Malmo FF memutuskan untuk memperkecil lebar lapangan guna mempersempit ruang gerak Cristiano Ronaldo CS di partai penyisihan grup Liga Champions

Hal itu dilakukan ketika Di blåe berhadapan dengan Los Blancos dalam babak penyisihan grup Liga Champions guna mempersempit pergerakan Gareth Bale CS. Tetapi, keputusan tersebut tak membuahkan hasil dan pada akhirnya harus takluk ditangan tim tamu dengan skor 0-2.

Kekalahan tersebut juga memutus harapan Malmö FF untuk dapat melangkah ke babak berikutnya. Pasalnya, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan saja dan finis di urutan paling dasar grup.

Proudly powered by WordPress
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.